+6285729*****4 ceritavakansi@gmail.com

BERVAKANSI SEHARI DI GEDANGSARI

Gedangsari adalah salah satu kecamatan di ujung timur Kabupaten Gunungkidul. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan kabupaten Klaten di Jawa Tengah sehingga untuk menuju kesini lebih dekat melalui kabupaten Klaten daripada harus melalui wilayah kabupaten Gunungkidul. Potensi wisata yang cocok dijadikan destinasi vakansi ternyata sangat beragam di tempat ini. Apa sajakah itu?

Jika berkiblat pada Google Maps. Untuk menuju kecamatan Gedangsari dari rumah saya yang nan jauh sana di kabupaten Bantul, saya harus melewati kabupaten Gunungkidul untuk sampai di kecamatan tersebut. Namun ternyata ada sebuah jalur rute lain yang disarankan oleh aplikasi petunjuk arah bagi orang tersesat semacam saya ini, yakni lewat kabupaten Klaten. Kebetulan saya juga harus menghampiri teman saya yang bernama Sitam yang sejalur lewat rute lain tersebut. Dia bersedia menemani saya wawancara dengan Lurah Tegalrejo, desa Tegalrejo adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Gedangsari.

Saya memang selalu pagi jika berangkat kemanapun agar punya waktu yang lebih leluasa. Karena lewat jalur Klaten saya juga mengajak teman yang hobi jelajah antar kota antar provinsi yang bernama Aji Sukma, kami janjian di salah satu persimpangan di jalan Raya Jogja – Solo. Bertiga kami menuju desa Tegalrejo, kecamatan Gedangsari yang menjadi tujuan pertama kami. Saya punya agenda untuk wawancara untuk menambah data artikel tulisan saya tentang batik tulis.

Dekat dengan kabupaten Klaten dan jauh dari pusat pemerintahan kabupaten sendiri memang membuat warga kecamatan Gedangsari banyak menggantungkan hidup ke kabupaten tetangga tersebut. Mulai dari bekerja, berdagang, dan berkehidupan rata-rata mereka memilih ke kabupaten Klaten. Untung saja untuk urusan pendidikan, kecamatan Gedangsari  dapat berdikari karena sekolah mulai dari jenjang dasar hingga menengah telah berdiri.

Akses jalan menuju pusat pemerintahan kabupaten Gunungkidul memang cukup jauh jika dari kecamatan Gedangsari. Sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh perbukitan yang akses jalannya tidak bersahabat bagi kendaraan baik roda dua maupun roda yang lainnya. Mau memutar melewati jalur yang sudah layak pun membutuhkan waktu yang semakin lama.

Bukan Gunungkidul kalau alam dan budayanya tidak indah. Istimewa! Setidaknya dalam sehari saya dapat mengunjungi beberapa destinasi yang indah alam dan budayanya. Walaupun sebenarnya ada satu destinasi yang sebenarnya bukan tempat wisata. Namun saya berpikir tempat itu unik. Kenapa unik karena tempat itu adalah sebuah bangunan indah yang ibarat ada di tempat terpencil. Silakan scroll halaman ini kebawah untuk tahu semua destinasi yang saya kunjungi selama bervakansi sehari di Gedangsari.

Sehari di Gedangsari, vakansi kemana saja?

Kampung Batik Tulis Tegalrejo

Curug Tegalrejo

Green Village Gedangsari

Masjid Al-Amin

Curug Banyunibo

5 destinasi vakansi dalam Sehari

Kampung Batik Tulis Tegalrejo

Desa Tegalrejo adalah sentra industri batik tulis asli kecamatan Gedangsari, kabupaten Gunungkidul yang sudah ada sejak jaman dulu. Corak khasnya adalah gambar tanaman dan hewan yang ada di desa tersebut. Batik tulis asli Gedangsari menggunakan pewarna alam sehingga menjadikan warna batik tulisnya unik. Di desa Tegalrejo ini kita dapat melihat proses membatik yang dilakukan oleh warga desa. Jika ingin membeli beberapa lembar kain batik. Batik tulis Gedangsari dihargai mulai dari Rp 400.000 per lembar.

Curug Tegalrejo

Curug Tegalrejo masih berada di wilayah desa Tegalrejo, kecamatan Gedangsari, kabupaten Gunungkidul. Curug Tegalrejo ini tergolong curug musiman. Debit airnya akan deras saat musim penghujan sehingga perlu berhati-hati saat berenang di kolam yang menampung air terjun. Lokasi Curug Tergalrejo tergolong rindang karena berada di lembah bukit. Sangat cocok untuk mengasingkan diri dari bisingnya perkotaan. Biaya retribusi hanya dikenakan untuk parkir kendaraan.

Green Village Gedangsari

Green Village Gedangsari (GVG) ini adalah obyek wisata yang sudah dikelola dengan sangat baik. Di GVG ini kita disuguhkan pemandangan alam yang hijau di Gunungkidul. Selain pemandangan yang dapat kita nikmati melalui gazebo maupun gardu pandang, GVG juga menyediakan berbagai fasilitas seperti outbond, kemah dan village tour. Beberapa bulan ini juga telah secara resmi dibuka wahana flying fox terpanjang se-Asia Tenggara dengan panjang 625 meter. Berani mencoba? Cukup sediakan biaya Rp 100.000,- untuk menjajal sensan

Masjid Al-Amin

Masjid megah nan indah ini berada di tengah pedesaan yang sederhana. Penyumbangnya adalah seseorang yang berdomisili di Surabaya. Tempat ini tentunya sangat cocok untuk singgah beribadah sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

Curug Banyunibo

Curug atau air terjun ini bisa terbilang tersembunyi. Akses menuju kesana berupa jalan setapak yang melewati beberapa rumah warga yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Jalan setapak tersebut masih berupa tanah dan bebatuan sehingga perlu ekstra hati-hati. Dan terdapat pula jalur air yang basah. Sampai di lokasi terdapat satu rumah warga. Kalian dapat menitipkan kendaraan disini. Tidak ada retribusi yang dipatok di Curug Banyunibo ini. Tetapi paling tidak berikan ongkos seikhlasnya untuk pengganti jasa pentitipan kendaraan. Curug Banyunibo ini juga tergolong musiman. Namun tidak terdapat kolam tempat menampung debit air sehingga lembah air terjun tidak dapat digunakan untuk berendam.

Kampung Batik Tulis Tegalrejo

Curug Tegalrejo

Green Village Gedangsari

Masjid Al-Amin

Curug Banyunibo

Gedangsari adalah kombinasi dari Alam dan Budaya

Bagaimana menuju Gedangsari?

Wilayah Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta berjarak sekitar 42 kilometer dari pusat kota Yogyakarta jiika melewati Jalan Wonosari – Patuk – Sambipitu – Nglipar – Wedi – Gedangsari. Kondisi jalan aspal sudah sangat baik namun didominasi jalan yang menanjak dan menurun. Alternatif lain adalah melalui Kabupaten Klaten. Justru jalan alternatif ini lebih dekat yakni hanya berjarak kurang lebih 40 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Jalur yang dilalui adalah Jalan Raya Solo – Prambanan – Srowot – Wedi/Bayat – Gedangsari. Jalan aspal sedikit rusak saat berada di wilayah Kabupaten Klaten, jalan menanjak hanya saat sudah berada di wilayah Gedangsari. Pada kondisi tertentu seperti musim liburan rute menuju Gedangsari melalui Kabupaten Klaten ini biasanya padat oleh kendaraan.

Masih banyak destinasi lain di Gedangsari selain ke-5 destinasi yang saya datangi. Jadi, kapan kamu mau ber-Vakansi?